Bangunan Baru Puskesmas Prototype Siso Masih Mengalami Kebocoran

Bangunan Baru Puskesmas Prototype Siso Masih Mengalami Kebocoran

TTS.spektrum-ntt.com || Kepada Anggota Pansus LKPJ 2020 Dalam Kunjungan Kamis, 15/40/2021, Kepala Puskesmas Elsiani Nappoe Kembali Mengeluhkan Kondisi Gedung Puskesmas Prototype Siso Kecamatan Mollo Selatan Yang Mengalami Kebocoran Meski Telah Di Perbaiki.

Selain kebocoran juga ada rembesan pada hampir semua bagian bangunan Puskemas.

“Pas hujan ada kebocoran di dua titik,yang satu depan pintu masuk dan di bagian belakang, itu yang bicir besar. Kalau ruangan lain bisa di pakai tapi kalau hujan banyak rembesan air yang masuk,” ujar Elsi.

Lanjut Kapus, dari sejumlah bangunan yang baru di perbaiki pada tahun 2020, ada ruangan untuk Apotek yang mengalami retak-retak sehingga tidak bisa di manfaatkan.

"Ruangan untuk apotek sampai saat ini kita belum bisa pake karena banyak retakan jadi belum bisa di manfaatkan.Kalau ruangan lain terpaksa kita pake karena selama gedung rubuh itu kita berdesak-desakan di gedung sebelah." PaparNya

Keluhan lain adalah Kebutuhan air, dan listrik yang menggangu aktifitas pelayanan. Hal ini dikarenakan pihaknya harus membeli BBM eceran untuk mengoperasikan Generator Set (Genset).

Terkait hal tersebut Anggota Pansus DPRD LKPJ, Hendrikus Babys mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemda agar setiap fasilitas pelayanan publik diperhatikan terutama kebutuhan air dan listrik.

Sedangkan untuk kebocoran gedung puskesmas, sangat disayangkan karna meski sudah diperbaiki namun hasilnya seperti asal asalan.

“Ini jadi tanda tanya, masa dengan uang Milyaran namun pekerjaan seperti ini. Jadi tolong perhatikan kembali jangan sampai ini jadi kebiasaan yang mana setiap bangunan fasilitas umum dikerjakan asal jadi”, ujar anggota DPRD fraksi Partai Nasdem ini.

Jason Benu, Anggota Pansus LKPJ lainnya menilai pembangunan gedung Puskesmas Prototype Siso tanpa konsep.

"Terkait Puskesmas Siso, tahun ini kita kembali tindak lanjut kerja Pansus tahun lalu terkait temuan gedung puskesmas yang rubuh. Seperti yang kita lihat bahwa pemda sudah menindaklanjuti temuan pansus tahun 2019 dan sudah ada niat baik untuk mengerjakannya tapi hasilnya kurang optimal nah ini yang harus bertanggung jawab adalah Dinas teknis. Sepertinya mereka kerja tanpa konsep." Sesal Jason

Pansus LKPJ 2020 meminta dinas teknis untuk mengkaji kembali bangunan Puskesmas tersebut.

Pansus juga meminta rekanan, PT. Kasih Sejahtera Perkasa yang mengerjakan bangunan puskesmas tersebut untuk segera di perbaiki.

Anggota Pansus LKPJ, Kenas Afi, Hendrik Babys, Jason Benu, Mariana Lakapu dan Yupic Boimau melakukan uji petik ke Puskesmas Siso. Dari Puskesmas Siso, rombongan Pansus LKPJ melanjutkan uji petik ke Tupan dan Tuasene guna melihat fisik pekerjaan jalan Tupan-Tuasene.

Di beritakan sebelumnya, bahwa Pansus LKPJ Bupati 2019 menilai pembangunan Puskesmas Prototype Siso yang menelan anggaran sebesar 3,5 Millyar pada tahun 2019 di kerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan RAB.

Tim Pansus saat uji petik lapangan ke Puskesmas Siso Sabtu, (11/07/2020) , merasa prihatin terhadap kondisi gedung yang mengalami kerusakan parah.

Puskesmas Prototype Siso yang di kerjakan PT.Kasih Sejati Perkasa mengalami Tujuh kerusakan besar yakni Pet, Ipal,Plafon,Wc,Jaringan air,Jaringan Septi tank dan Jaringan Listrik. sekitar sepuluh ruangan pelayanan saat ini juga tertutup karna banyak retakan yang berjatuhan dan plafon dalam keadaan rusak.

Kepala Puskesmas Elsiana Nappoe Kepada Tim Pansus dan wartawan mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu paham tentang hal teknis melainkan ketika melihat bangunan sudah selesai maka dirinya meminta ijin kepada Dinas Kesehatan dan segera menempati gedung tersebut karena gedung lama sempit.

"Untuk menempati tempat tersebut Dinas sudah mengizinkan. Tapi setelah kita tempati menjelang 2 bulan, waktu itu jatuh pas hujan tanggal 28 Desember 2019. Kita pakai dari bulan Oktober 2018," Jelas Nappoe

Lanjutnya bahwa meski saat ini melayani dalam keadaan kuatir tetapi berharap agar tidak terjadi apa-apa.

Ketua Pansus, Marthen Tualaka pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pekerjaan bangunan tidak sesuai RAB. Karena itu Kontraktor dan Konsultan Pengawas harus bertanggung jawab.

Tualaka juga mempertanyakan proyek yang belum dilakukan Final Hand Over (FHO) namun sudah di gunakan

“Kenapa belum FHO tapi sudah digunakan, ini bisa membahayakan para tenaga medis”, Ujar Marthen.

Ia juga menyarankan beberapa bagian bangunan dirubuhkan untuk dibangun lagi karena bagian-bagian tersebut juga sudah mulai rubuh.

Sedangkan Wakil Ketua Pansus, Uksam Selan, meminta untuk dilakukan audit teknis secara keseluruhan agar mengetahui kerusakan termasuk uji kualitas sehingga jika kualitasnya tidak bagus, tenaga kesehatan segera tinggalkan dan kembali ke gedung lama.

Penulis : Mega Ngefak

Editor : Eppy Manu