Bantuan Covid-19 Untuk 3.247 Mahasiswa Ende Tidak Sejalan Dengan Janji

Bantuan Covid-19 Untuk 3.247 Mahasiswa Ende Tidak Sejalan Dengan Janji

ENDE.spektrum-ntt.com|| Pemerintah kabupaten Ende menetapkan jumlah mahasiswa penerima bantuan covid-19 sebanyak 3.247 orang, data ini  disampaikan langsung kepala dinas sosial kabupaten Ende Marmi Kusuma pada tanggal (10/06/2020) yang lalu, dan rencana realisasi bantuan akan terjadi pada akhir bulan juni atau awal bulan juli bersamaan dengan pencairan dana BLT Tahap 2 namun yang terjadi saat ini kenyataan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende (IPELMEN) Kupang Wens Jando Wowa melalui Pers Release yang diterima media ini pada Selasa, (14/07/2020) menuliskan bahwa hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dan polemik yang terjadi di kalangan masyarakat

Ia melanjutkan ditambah lagi dengan kembali di keluarkan surat dari Dinas Sosial kepada kepala desa/lurah melalui camat dengan nomor surat 306/BPS.2/VII/2020 tanggal 2 juli 2020 perihal pendataan mahasiswa diluar daerah terdapat 5 perintah yang segera dilakukan, dengan salah satu poin perintahnya adalah mencoret atau mengeluarkan nama yang dari daftar apabila ditemukan mahasiswa yang sudah kembali ke kampung , dengan batas pengiriman kembali berkas tersebut pada tanggal 13 juli 2020.

Pria yang akrab disapa Wens ini menegaskan bahwa mahasiswa menilai Pemda kabupaten Ende melalui Dinas sosial sangat lambat dan seolah-olah tarik ulur dengan apa yang sendiri mereka janjikan.

"ingat dan perlu digaris bawahi kami mahasiswa tidak pernah meminta pemda Ende untuk membantu, tetapi dengan cara seperti ini apalagi dalam pernyataan-pernyataan Pemda kepada media dengan membawa-bawa label mahasiswa akan mendapatkan bantuan seolah-olah bahwa menutup kinerja lamban yang terkesan tarik ulur," ungkap Wens

Wens menambahkan kita memahami urusan birokrasi harus melalui berbagai tahap, tetapi proses pendataan ini kurang lebih sudah dua bulan, dan waktu dua bulan ini seharusnya cukup untuk proses ini, tetapi yang terjadi ketika proses perkuliahan dan semua kampus pada masa libur dan mahasiswa sudah pulang kampung baru dinas sosial mengeluarkan suratnya. dengan polemik ini ketika teman-teman mahasiswa menyuarakan maka yang terjadi adalah komentar dan persepsi negatif oleh publik seolah-olah mahasiswa mengemis dan lain sebagainya dan hal ini yang kita tidak inginkan.

Untuk itu IPELMEN kupang memberikan pernyataan : "Bantuan yang dijanjikan oleh Pemda Kabupaten Ende untuk mahasiswa di luar daerah, terkhusus di Kupang sebaiknya dialihkan dengan tujuan yang jelas.

Seperti yang tertuang dalam beberapa poin ini

1. Saat ini segala bentuk kehidupan di NTT dalam pandemi covid-19 sudah kembali normal seperti semula dan segala bentuk transportasi antar pulau didalam NTT baik darat, laut, dan udara kembali beroperasi lancar tanpa syarat dan ketentuan khusus.

2. Saat ini Seluruh Kampus di kupang sudah tidak ada proses perkuliahan (Libur Semester).

3. Dengan adanya masa libur ini otomatis sebagian besar mahasiswa sudah pulang berlibur ke kampung halaman dengan mudah seperti yang dijelaskan di poin satu.

4. Alangkah lebih baiknya di alihkan ke APD (Alat Pelindung Diri)

5. Digunakan untuk pengembangan lokasi karantina di Ende.

6. Dipergunakan untuk mengantisipasi pemulangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang nantinya akan di pulangkan ke Ende dan paling tidak dibutuhkan untuk biaya recovery ekonomi bagi masyarakat untuk kemudian bisa memulihkan ekonomi masyarakat.

Demikian pernyataan ini, kiranya Pemda Kabupaten Ende mampu menterjemahkan maksud kami IPELMEN Kupang Tutup Wens (**

 

Penulis A Aku Suka

editor EppyM photo Istimewa