TTS.spektrum-ntt.com || Kenaikan harga beras kualitas medium yang signifikan di awal tahun 2026 mempengaruhi distribusi beras jatah pegawai negeri. Pantauan media, hingga pertengahan bulan Februari, di kabupaten Timor Tengah Selatan sendiri belum ada pendistribusian beras jatah pegawai dari Bulog
Kepala Bulog Soe, Teguh Novem Firmansyah, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis, 12/02/2026, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras medium berdasarkan keputusan pemerintah dan Bulog hanya menyesuaikan dengan harga acuan yang ditetapkan, serta menyediakan stok sesuai permintaan pasar
"Untuk beras di Bulog ini kan namanya Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) jadi kita mengikuti harga acuan yang diajukan pemerintah. Nah memang ada kenaikan harga di beras medium itu di tahun kemarin Rp.12.000 tapi sekarang naik menjadi Rp.17.200, itu yang menaikan bukan dari kami tapi pemerintah yang menaikan harganya", Jelas Teguh
Lebih lanjut dikatakan Teguh Novem bahwa kenaikan harga beras medium juga menjadi alasan keterlambatan distribusi beras pegawai
"Itulah alasan beras pegawai sampai sekarang belum kita distribusi karena perjanjian kerjasama antara bulog dengan pemda juga belum terjalin karena terkendala di kenaikan harga tersebut", Kata Teguh
Pihak Bulog juga telah memberikan alternatif kepada Pemda untuk menggantikan beras jatah pegawai dari kualitas medium ke kualitas premium yang harganya lebih murah
"Untuk alternatifnya kami dari bulog menawarkan beras premium kepada Pemda dimana harganya hanya Rp.15.400. Jadi kemarin dari bulog kupang juga sudah turun dan kita sudah koordinasi dengan pak sekda, terkait beras jatah pegawai ini", Ungkap Kepala Bulog Soe
Dan untuk pergantian beras jatah prgawai dari kualitas medium ke premium, Pemda bersama Bulog kembali melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) sambil menanti pihak Bulog menyiapkan stok beras sesuai kebutuhan
"Sementara masih diproses PKS dengan Pemda terkait pergantian beras pegawai ke premium. Nah kita dari bulog juga harus pengadaan dulu setelah itu baru distribukan kepada pegawai. Kemarin tim masih sementara berproses jadi mungkin nanti agak terlambat ke bulan 3 atau 4 karena kita masih cari supplier", Pungkas Teguh Novem
Sementara untuk supply beras ke pasar-pasar menjelang hari raya imlek, hari raya nyepi, dan ramadhan idul fitri, Kepala Bulog Soe menegaskan bahwa pihaknya tetap siap karena stok di gudang tersedia. (SN/Mega)