Demi Kebutuhan Hidup, Eman Manda Terpaksa Harus Bekerja Meskipun Pelipis Nya Masih Sakit

SIKKA. SPEKTRUM-NTT.COM || Lepas tiga minggu sudah kasus dugaan pengeroyokan terhadap Emanuel Manda oleh Tim Patroli Satgas Covid-19 Sikka ditangani Polres Sikka.

Sejauh itu pula, Emanuel Manda bersama LBH Komnas PHD HAM NTT dan Tim Peduli Kemanusiaan terus berjuang dan berharap keadilan bisa didapat olehnya.

Ditemui di bengkel motor miliknya, di Jl. Lingkar Luar, Kelurahan Kota Baru, Maumere yang juga merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) peristiwa yang terjadi pada 6 Juli 2021, Emanuel Manda tampak sudah mulai beraktifitas menjalankan usaha bengkel motor miliknya.

Dengan ferban (plester) masih menempel di pelipis kananya, Emanuel Manda mulai mengutak-atik motor milik pelanggan yang datang. 

"Saya belum bisa forsil. Kalau perbaikan yang butuh tenaga fisik, kadang masih rasa nyeri di bekal luka. Dan juga kalau kena cahaya, mata langsung nyeri dan berair. Kalau sudah terasa begitu, saya istirahat dulu, atau saya minta adik yang biasa bantu saya yang kerjakan atau pemilik motor untuk bantu," ujarnya, Senin. (26/07/2021).

Baginya, peristiwa tersebut sungguh membatasi fisiknya untuk bekerja maksimal. Akibatnya banyak pelanggan yang terpaksa pergi ke bengkel lain.

"Ini masih ada 5 motor yang belum selesai saya perbaiki. Ada 3 motor yang sudah masuk sebelum peristiwa yang menimpa saya dan sampai sekarang belum kelar. Sudah 3 minggu. Kalau kondisi saya normal, 5 motor bisa saya selesaikan dalam 2 minggu. Tapi ini sudah molor 3 minggu lebih," ujarnya.

Penghasilan, sudah tentu berkurang. Namun ia tetap berusaha agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga nya selama pandemi COVID-19 ini. 

"Ini ketrampilan saya, dan saya hidup dari usaha bengkel motor ini, selain usaha kios yang dikelola isteri saya," tandasnya.

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Komentar

wave

Tekan ESC untuk menutup