Di Sikka, Gara-Gara Moke Putih, 1 Orang Dipukul Hingga Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Di Sikka, Gara-Gara Moke Putih, 1 Orang Dipukul Hingga Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

SIKKA.  spektrum-ntt.com ||  Kasus Penganiayaan atau Pengeroyokan kembali terjadi di Kabupaten Sikka, Minggu (9/5/2021), sekitar pukul 17.00 Wita.

Terjadi pengeroyokan atau penganiayaan oleh tiga orang pelaku berinisial D, C, dan V asal Ojang Mudung, Dusun Blawuk B, Kec Talibura terhadap Korban berinisial SA, warga Blawuk, Desa Nebe, Kecamatan Talibura.

Tindakan penganiayaan atau pengeroyokan oleh ketiga pelaku terhadap Korban yang terjadi di jalan raya Ojang Muding, Desa Nebe, Kec. Talibura menyebabkan Korban Meninggal Dunia.

Pada saat kejadian Pengeroyokan atau penganiayaan, para pelaku dan korban dalam keadaan Mabuk minuman keras. Sementara itu pelaku bersama korban masih dalam hubungan kekeluargaan. Korban telah dibawah oleh keluarga dan disemayamkan di rumah duka, sementara itu ketiga pelaku telah diamankan di Rutan Polres Sikka.

Tiga orang pelaku berinisial D (Nama Panggilan), laki-laki, 20 tahun, Katolik, Petani, Alamat Ojang Muding, Desa Nebe, Dusun Blawuk B, Kec. Talibura, 

C (Nama Panggilan), laki-laki, 20 tahun, Katolik, Petani, Alamat Ojang Mudung, Dusun Blawuk B, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, 

dan V (Nama Panggilan), laki-laki, 25 tahun, swasta, Katolik, Alamat Ojang Mudung, Dusun Blawuk B, Desa Nebe, Kecamatan Talibura.

Identitas korban berinisial SA, laki-laki, 21 tahun, Katolik, Swasta, Alamat Blawuk, Desa Nebe, Kecamatan Talibura.

Adapun Kronologis kejadian yakni pada hari Minggu tanggal 09 Mei 2021, sekitar Jam. 17.00 wita, korban bersama para pelaku dalam keadaan Mabuk Minuman keras ( Moke Putih ) dan berdiri di pinggir jalan dan menghalangi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di jalan raya Maumere - larantuka, kemudian para pelaku melarang korban untuk tidak menghalangi arus lalu lintas di jalan raya tersebut, dan tidak lama kemudian para pelaku dan korban berkelahi. 

Para pelaku kemudian melarang korban untuk tidak menghalangi arus lalu lintas di jalan raya tersebut, dan tidak lama kemudian para pelaku dan korban berkelahi.

Setelah itu istri pelaku III berinisial V, an. RINA memarahi korban karena dalam keadaan Mabuk berupaya menghalangi arus transportasi jalan raya Maumere-Larantuka.

"Kamu minum moke tidak taruh diperut tetapi kamu berdiri dan palang di jalan raya" Ungkap RINA.

kemudian Istri pelaku III, berinisial V, an. RINA membawa korban kerumah saksi I yang adalah saudarinya korban tapi korban keberatan.

"Kenapa antar saya kerumah saudari saya (Saksi I )"

Lalu Saksi I yang adalah saudari korban menyampaikan kepada korban untuk langsung kerumahnya.

"Kau langsung ke kau punya rumah, jangan kerumah saya". Jelas Saksi I

Lalu pelaku III berinisial V memarahi istrinya RINA karena membawa pulang korban ke rumah korban. Karena takut dimarahi oleh suaminya yang adalah pelaku III, RINA istrinya akhirnya melepaskan korban, dan kembali ke rumah nya.

"Kau buat apa bawah dia, nanti saya pukul kau". ungkap pelaku III

Korban akhirnya kembali berdiri di jalan raya, kemudian saksi I melihat para pelaku sedang memukul korban, dan tidak lama kemudian saksi I melihat korban sudah dalam keadaan berlutut ( sujud ) dan saksi I melihat pelaku III berinisial V memukul korban sebanyak satu kali, dan tidak lama kemudian saksi I melihat pelaku III berinisial V  menggendong korban ke atas bale - bale milik pelaku berinisial V ( pelaku III ) dan  setelah itu, saksi I datang melihat korban yang saat itu di atas bale - bale namun kondisinya sudah tidak bernafas lagi, dan akhirnya saksi I langsung menangis.

Korban langsung di bawah ke Puskesmas Watubaing, dan setelah tiba di Puskesmas Watubaing, petugas Medis puskesmas Watubaing menyampaikan bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi (Meninggal Dunia).(**red/photo ilustrasi internet