EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

Gale Alexius Warga Ende meninggal dunia di rumah kerabatnya di Wuring- Sikka

Gale Alexius Warga Ende meninggal dunia di rumah kerabatnya di Wuring- Sikka

SIKKA. Spektrum-ntt.com || Gale Alexius, warga kebupaten Ende dengan alamat domisili Bhoakora, RT 004- RW 003 Desa Ndorurea kecamatan Nangapenda meninggal dunia tadi pagi pukul 05.30 WIT di rumah temannya bernama Ali yang berdomisili di Wuring- kelurahan Wolomarang kecamatan Alok Sikka.

Pantauan media, jenasah Gale Alexius masih dalam posisi tidur di kamar tidur dan belum bisa dipindahkan oleh pihak Ali bersama keluarganya karena masih menunggu informasi dari pihak keluarga, pihak keamanan, dan pemerintah setempat.

Bapak Ali selaku sahabat dari bapak Gale Alexius mengatakan bahwa Bapak Gale bersahabat dengan nya sudah sekitar belasan tahun. Sementara kedatangan bapak Gale dari Ende bertujuan untuk berobat di klinik Agradence di kelurahan Wolomarang. Alamarhum sudah beberapa kali berobat di klinik Agradence tersebut, sementara berdasarkan informasi yang diterima dari bapak Gale setelah pulang pengobatan bahwa almarhum didiagnosa menderita Penyakit jantung.

"Setelah dia pulang berobat saya tanya bagaimana sudah perkembangan informasi dari dokter. Dan dia mengatakan bahwa menurut dokter ybs didiagnosa penyakit jantung. Dan menurut keterangan almarhum rencananya akan berobat lagi besok Selasa 24 November 2020". jelanya

Bapak Ali melanjutkan bahwa kematian dari temannya Gale Alexius tersebut diluar dugaannya dan pihak keluarga. Bapak Ali kebingungan dalam menghubungi pihak keluarga karena tidak ada satupun pihak keluarga yang dikenalinya. Bapak Ali akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak keluarga nya yang berada di Ende maupun di Maumere.

Bapak Ali mengharapkan agar pihak keluarga dari almarhum Gale Alexius dapat mengetahui soal kabar kematian ini dan bisa sesegera mungkin untuk mengambil jenasah nya.

" Jujur Pak kami kebingungan mau bagaimana dengan almarhum ini. Kami ini orang muslim sementara berdasarkan identitas dari almarhum itu beragam Kristen Katholik. Kami terpaksa harus memasang lilin di sampingnya karena merasa kasihan sebagai sesama Manusia" tuturnya.(**/red

 

penulis Orinus

editor EppyM photo istimewa