Harga BBM Pertalite Naik, Puluhan Sopir Angkot Di Sikka Gelar Aksi Mogok

BAGIKAN

SIKKA.spektrum-ntt.com || Akibat naiknya harga BBM jenis Pertalite, puluhan sopir angkot nekat melakukan aksi mogok. Aksi ini kemudian diketahui oleh Ketua Organda Sikka dan kemudian mendatangi Dinas Perhubungan Sikka untuk mencari solusinya, Senin (18/10/2021).

Sejumlah pemilik kendaraan yang nekat melakukan aksi mogok ini lantaran belum mendapatkan informasi adanya kenaikan BBM jenis Pertalite.

Salah satu perwakilan pemilik kendaraan, Andreas Surya, kepada Media ini mengatakan, aksi yang mereka gelar ini dipicu ketika kendaraan miliknya melakukan pengisian BBM di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Maumere, harga Pertalite yang sebelumya Rp. 6.800 naik menjadi Rp. 7.650.

Atas kenaikan harga BBM yang tanpa sosialisasi tersebut, membuat sejumlah pemilik Kendaraan di Kabupaten Sikka merasa resah, jelasnya.

Terhadap kenaikan harga Pertalite ini, dirinya meminta agar harga tarif kendaraan juga bisa dinaikkan. Menurutnya, selama ini tarif angkutan yang dikenakan untuk orang dewasa Rp. 4000 sedangkan anak sekolah Rp. 2000 per orang.

Dengan tarif yang ada saat ini, Andreas meminta untuk dinaikkan masing-masing sebesar Rp. 1.000, jika memang harga Pertalitenya naik.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu perwakilan sopir, Petrus Nong. Ia meminta kepada pemerintah untuk bisa menaikkan tarif angkutan jika BBM jenis Pertalite juga naik.

Nong merincikan, tarif angkutan untuk jalur 5 selama ini yang berlaku yakni, orang dewasa, Rp. 4000 dinaikkan menjadi Rp. 5000, sedangkan untuk anak sekolah yang sebelumnya Rp. 2000 dinaikkan menjadi Rp. 3000, pintanya.

Saat yang sama, Anggota DPRD dari Fraksi Hanura, Vinsensius Langga, S.Sos kepada Media ini mengatakan, berkaitan dengan aksi mogok para sopir dan pemilik kendaraan ini perlu disikapi secara bijak. Ia menegaskan bahwa, terkait kenaikan harga BBM menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Sementara terhadap permintaan untuk menaikkan tarif angkutan, lanjut Vinsen Langga, mesti bisa ditanggapi oleh pemerintah daerah Kabupaten Sikka, apalagi saat ini masyarakat masih dalam situasi pandemi Covid-19. Naiknya harga BBM seharusnya dibarengi dengan kenaikan tarif angkutan umum.

Lebih lanjut Vinsen Langga yang juga Ketua Fraksi Hanura ini berharap agar Pemerintah Daerah segera mengambil kebijakan terhadap persoalan yang dihadapi oleh para pemilik dan juga sopir angkot jalur 5 ini.

Menanggapi Aksi Mogok tersebut, Ketua Organda Sikka, Martinus Wodon ketika dikonfirmasi media ini menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Sikka. Menurut Martin, para sopir dan pemilik angkot ini meminta agar pergantian dari Premium ke Pertalite dengan harga yang berbeda ini seharusnya dibarengi juga kenaikan tarif angkutannya.

“Setelah saya bertemu dengan teman-teman sopir dan pemilik angkot Jalur 5 mereka sampaikan ke saya, intinya mereka keberatan BBM nya naik atau pergantian harga produk dari bensin ke Pertalite itu dengan harga yang berbeda tidak disertai dengan kenaikan harga atau tarif angkutannya,” jelas Martin Wodon.

Martin menegaskan, sebagai Ketua Organda pihaknya meminta kepastian karena sudah sekitar satu setengah bulan terjadi perubahan produk ini yang menimbulkan perubahan harga tetapi tidak diikuti dengan perubahan tarif. Hal inilah yang menimbulkan ketidak puasan para pemilik dan sopir angkot tersebut.

Sementara itu, terkait dengan perubahan tarif tersebut, Martin Wodon menyampaikan bahwa sesuai hasil konsultasi dengan Dinas Perhubungan Sikka disampaikan bahwa penyesuaian tarif angkutan umum menjadi kewenangan dari pemerintah Provinsi untuk menentukan batas atas dan batas bawah, setelah itu pemerintah daerah menyesuaikannya, ujar Ketua Organda Sikka ini.

Terkait dengan perubahan produk dari Premium ke Pertalite, Martin Wodon lanjut mengatakan, pihak Pertamina telah menjelaskan bahwa hal ini merupakan program nasional yang memang sudah disosialisasikan sejak satu setengah bulan di bagian ekonomi dan juga dengan Bupati Sikka.

Menurutnya, sosialisasi ini kemudian tidak diteruskan ke bawah, sehingga banyak stake holder yang belum mengetahuinya. Ia pun menegaskan jika memang ada pergantian produk tersebut seharusnya harga tetap sama. Sehingga munculah gejolak seperti ini, tuturnya lagi.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak pertamina, untuk sementara pihak pertamina telah merekomendasikan salah satu SPBU di lingkar luar kota Maumere sebagai tempat pengisian BBM untuk angkutan umum berplat kuning, dengan harga Rp. 6.450, sembari meminta kepada para pemilik dan sopir angkutan umum untuk bisa mengisi BBM nya di pertamina yang telah direkomendasikan oleh pertamina tersebut.

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Komentar

wave

Tekan ESC untuk menutup