EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

Karantina Pertanian Ende, Dukung Program GRATIEKS

Karantina Pertanian Ende, Dukung Program GRATIEKS

Ende.Spektrum-ntt.com||Berdasar pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende, salah satu sektor yang menjadi penyumbang ekspor yakni dari sektor pertanian. Komoditas pertanian di Indonesia sangat beragam dari sektor holtikultura, perkebunan dan hasil hewan.

Salah satu program strategis  dari Kementrian Pertanian untuk mengenjot produk ekspor dari komoditas pertanian yakni Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks). Kementrian pertanian telah merilis sepuluh komoditas pertanian ekspor diantaranya kopi, kelapa, lada, kakao/mente, sarang burung, walet, porang, mamggis, kubis atau wortel, pisang dan mangga

Hal ini disampaikan kepala Stasiun Karantina Kelas II Ende, Ir. Konstan, MM kepada sejumlah media melalui realise resmi yang berikan kepada sejumlah pada acara Coffie Morning yang berlangsung di Kaki Lena Hills pada Rabu (21/10/2020) 

Berdasarkan data Indonesian Quarantine Full Automation System (Iqfast) sebanyak 46,6 ton, kopi 775,07 ton, kelapa bulat 476 ton, kelapa bungkil 10 ton, kakao 610 ton, mente 125 ton, dan porang 59 ton, yang dilalulintaskan dari Ende menuju pulau Jawa dan Sulawesi pada kurun waktu Januari -Septembar 2020.

"Karantina pertanian Ende mendukung penuh program Gratieks. Kita langsung turun ke lokasi desa-desa yang memiliki komoditas pertanian unggulan lokal yang memiliki nilai potensi ekspor di Pulau Flores. Kita juga berkoordinasi dengan pengusaha dan instansi setempat" Terang Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, Ir.Konstan

Konstan menambahkan ada 11 desa di 4 Kabupaten yakni kabupaten Ende di desa Ria Faja untuk komoditas kakao, desa Ekoae untuk komoditas jambu mete. Untuk Kabupaten Nagekeo yakni desa Mbae Nua Muri untuk komoditas kelapa, desa Kota Wuji Barat untuk komoditas kakao dan desa Jawapogo untuk komoditas cengkeh.

Untuk Kabupaten Ngada yakni desa Wawowae, desa Sobo dan desa Were 1 untuk komoditas kopi sementara Kabupaten Sikka yakni desa Nangahale untuk komoditas kepala, desa Rubit untuk komoditas cengkeh dan desa Nita untuk komoditas kakao.

Hadir juga pada kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ir.Marianus Alexander dan perwakilan dari PT.Pelindo Cabang Ende, KSOP Ende serta sejumlah awak media(**/red

 

penulis A Aku Suka

editor EppyM photo istimewa