Laka Lena : Bupati Mesti Beri Gambaran Soal Kriteria Wakil Bupati Ende

Laka Lena : Bupati Mesti Beri Gambaran Soal Kriteria Wakil Bupati Ende

Ende.Spektrumntt.com||Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan bahwa proses untuk mengisih kekosongan wakil bupati Ende yang sudah cukup lama ini, maka disarankan kepada Djafar Achmad selaku bupati Ende sekaligus pembina politik, ada baiknya memberikan gambaran atau kriteria yang layak untuk membantu kerja - kerja pemerintahan yang ada, sehingga dengan kriteria atau parameter yang ada, bisa menjadi gambaran buat partai koalisi yang ada untuk bergerak

Melki Laka Lena, yang juga anggota DPR RI dari partai Golkar, menyampaikan hal ini kepada sejumlah awak media disela – sela kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Aula Paroki Santo Yoseph Onekore, pada (31/10/2020)

Dikatakan Melki Laka Lena, untuk mengisih kekosongan wakil bupati Ende, partai Golkar mengusung dua nama yaitu Herman Yoseph Wadhi, dan Dominikus Mere 

"DPD I dan DPD II Partai Golkar mengusulkan nama Herman Yoseph Wadhi, sedangkan DPP Partai Golkar menggunakan haknya mengusulkan nama Dominikus Mere, ini adalah proses dan mekanisme yang biasa di Partai Golkar dan hampir di semua Partai terjadi seperti ini" Terang Melki Laka Lena, Ketua DPD I Partai Golkar NTT itu

Menurut Melki Laka Lena, dalam proses penentuan calon bupati ataupun wakil bupati seperti ini biasa dilakukan dengan dua cara, yakni mekanisme bottom up, dan top down, dua mekanisme itu yang lazim dipakai

'Ini merupakan mekanisme yang lazim yang dilakukan oleh partai politik dalam menentukan sikap politiknya. Akan lebih baik jika kemudian mekanisme yang berasal dari bawah (bottom up) dan dari atas (top down) bertemu, mendiskusikan untuk musyawarah mufakat demi mencapai kebaikan bersama,” Ungkap Melki Laka Lena Anggota DPR RI dari Partai Golkar Itu

Ketika ditanya soal Dominikus Mere adalah lawan politik paket Marsel - Djafar kalah itu, Laka Lena mengatakan bahwa apapun dinamika politik yang terjadi, biarkan proses ini berjalan, karena sesungguhnya proses dan mekanismenya sedang berjalan tinggal kita lihat hasilnya, prinsipnya kita sama - sama mau membangun daerah

Melki menjelaskan bahwa Partai Golkar tidak pernah merasa dikhianati oleh Partai Koalisi, kalaupun selama ini partai koalisi belum bergerak kita tidak bisa paksakan, semua proses ini adalah soal kemauan bersama, demi mewujudkan tujuan bersama yaitu posisi wakil bupati Ende segera terisi(**/red

 

penulis A Aku Suka

editor EppyM photo istimewa