Pembobolan Uang 3 M Milik Nasabah, Bank Bukopin Kupang Diduga Kerja Tim

Pembobolan Uang 3 M Milik Nasabah, Bank Bukopin Kupang Diduga Kerja Tim

Kupang.Spektrum-Ntt.com || Pembobolan uang nasabah sejumlah 3 miliar yang dilakukan oleh karyawan Bank Bukopin cabang Kupang, untuk dipindahkan ke Bank BCA atas nama PT.Mahkota Properti Indo Pertama Jakarta tanpa konfirmasi dengan korban.(13/05/2021)

Sesuai informasi yang di dapat media bahwa pada awalnya uang milik korban Rabeka Adu Tadak ini diduga terjadi kerjama antara karyawan Bank Bukopin dan Pimpinan Bank karena tidak saling kordinasi antara pihak Bank dan korban atas pemindahan uang 3 miliar tersebut. 

Karyawan Bank Bukopin mengambil data identitas untuk pindahkan uang korban ke Bank BCA tanpa sepengetahuan korban, tetapi karyawan secara diam-diam melengkapi data identitas dengan langsung mengambil file di pihak Bank Bukopin. Akan hal tersebut Rabeka Adu Tadak mengecek dan menanyakan ke pimpinan Bank Bukopin setelah terjadi pembobolan uang 3 miliar oleh karyawan. (13/05 /2021) 

" proses hampir satu tahun di Bank Bukopin, dan bertemu dengan pimpinan hanya satu kali setelah terjadi tiga bulan, pimpinan punya kalimat itu bahwa sudah memenuhi prosedur tanda tangan, lalu kami tanya terus waktu itu semua identitas saya ke PT.Mahkota Properti Indo Pertama Jakarta itu diambil darimana?, "itu ambil dari Bukopin kan, bukan dari saya, lalu mereka tidak menjawab " jelas Rabeka

Korban menduga pembobolan uang sejumlah 3 miliar ini ada kersama tim sebab adanya saling lempar tanggung jawab antara karyawan dan Pimpinan Bank Bukopin, sabab ketika korban menayakan kejadian ini ke pimpinan Bank Bukopin, korban melihat pimpinan kaget dan menarik badan dari kursi saat korban bertemu langsung dengan pimpinan di ruang kerjanya.

" ketika kita menayakan ini ke pimpinan, Ia terlihat kaget dan menarik badan, jadi pihak bank melemparkan beban ini kepada karyawan, sebab menurut mereka tidak pernah menyuruh karyawan Bank Bukopin untuk menjual prodak lain, nah Kita pun membantah karena si karyawan ini tidak menawarkan ke kami produk lain, kita hanya tau bahwa karyawan tersebut dari Bank Bukopin " pungkas Rabeka

Trinotji Adu yang merupakan anak kandung Rabeka Adu Tadak kepada para awak media menyatakan bahwa terdapat dua karyawan Bank Bukopin (J & E ). Sedangkan yang melakukan konfirmasi uang keluar adalah (E) yang jangka waktu belum satu bulan lamanya tetapi si karyawan (E) telah lupa apa yang ia perbuat waktu itu.

" karyawan J yang melakukan tanda tangan, dan tugasnya E mengkomfirmasi yang sebagai kepala teler, biasanya si E konfirmasi tetapi soal uang 3 miliar ini si E tidak konfirmasi sama sekali, karena kalo konfirmasi uang mama pasti tidak keluar" jelas Trinotji Adu

(Nixon Tae)