Roby Tulus, Tim Satgas Harus Tegakkan Kerumunan Massa dan Bukan Penertiban Jam Malam

BAGIKAN

SIKKA.SPEKTRUM-NTT.COM ||Anggota DPRD Provinsi NTT, dari Fraksi Partai Golkar Petrus B. Roby Tulus, ikut angkat bicara soal pemberlakuan PPKM di wilayah Kabupaten Sikka yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Menurutnya, kebijakan pemberlakuan Jam malam yang dilakukan oleh Tim satgas terkesan mematikan usaha-usaha kios dan usaha UMKM lainnya. Hal ini Ia sampaikan ketika ditemui Media ini, Sabtu, (10/7/2021).

Ia menyatakan sangat setuju dengan kebijakan pemberlakuan PPKM yang dikeluarkan oleh Pemda di daerah sebagai upaya untuk menekan naiknya kasus COVID-19, namun Ia menyatakan tidak setuju dengan pemberlakuan jam malam yang akan mematikan usaha UMKM masyarakat.

" Sangat setuju dengan pemberlakuan PPKM, namun saya tidak setuju dengan jam malam. Itu mereka mau matikan usaha -usaha kios usaha UMKM lainnya. Orang buka Warung dimatikan. Orang buka kios dimatikan. Saya sangat tidak setuju itu", Ujarnya.

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa yang ditekankan itu adalah kerumunan baik malam maupun siang hari. Karena menurutnya COVID-19 tidak kenal waktu, baik Siang hari maupun malam hari. 

"Siang juga ada COVID-19, malam juga ada COVID-19. Kenapa harus ada malam saja yang ditertibkan. Kenapa tidak dari Siang sampai Malam hari. Kalau mau tertibkan itu kios Pagi juga harus ditutup. Jangan membatasi dan mematikan usaha masyarakat kecil", Lanjutnya. 

Ia lanjut mengatakan bahwa yang harus dipertegas itu adalah kerumunan, salah satu nya yakni pesta. Karena pesta makanya ada kerumunan, karena di Sikka dominasi kasus berasal dari klaster Pesta. Pesta atau hajatan apapun yang berkaitan dengan kerumunan yang harus dihentikan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk percaya terhadap COVID-19, karena ini merupakan masalah dunia, pandemik global. Jadi ini benar adanya.//red

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup