THS-THM Nurobo Gelar Upacara Memperingati Hari Pahlawan Dan HUT Organisasi

BAGIKAN

Malaka. Spektrum-ntt.com || Seluruh Civitas Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM), Wilayah Dekenat Malaka, Distrik Keuskupan Atambua gelar upacara merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) THS yang ke-37 dan THM yang ke-36 dan Hari Pahlawan Nasional.

Demikian informasi dihimpun media ini pada, Kamis (10/11/22).

Merujuk pada tema ulang tahun THS-THM tahun 2022, yang diusung oleh Badan Pengurus Koordinatorat Nasional (Koornas) yang berkedudukan di Jakarta, yaitu, "Berkurban Diri Untuk Negeri Dalam Kasih Ilahi", maka seluruh anggota organisasi Pencak Silat Pendidikan THS-THM yang tersebar di seluruh pelosok negeri ini berupaya untuk melakukan upacara peringatan guna memulai Hari Ulang Tahun Organisasi dan Hari Pahlawan.

Pembina upacara, Yohanes Solu dalam amanatnya menyampaikan bahwa, sebagai anggota organisasi tentunya kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena melalui abdi-Nya Alm. RD. Martinus Hadiwijaya kita mengenal organisasi ini.

"Mari kita haturkan rasa syukur kepada Sang Pencipta karena hingga detik ini, terutama hari yang berahmat ini, seluruh anggota organisasi masih berupaya untuk menjalankan amanat Romo Hadiwijaya," katanya.

Sambungnya, organisasi THS-THM adalah wadah pendidikan yang bisa mengakomodir anggota-anggotanya untuk melakukan hal-hal positif, dimana melalui organisasi ini kita saling mengisi, saling mendidik karakter dan saling menaruh harapan satu sama lain. Kita adalah motor penggerak amanat yang telah disimpan oleh Romo Hadi, seperti yang dicanangkan dalam Visi organisasi: terciptanya kader Katholik Indonesia yang sejati.

"Saya dan kita semua juga dituntut untuk ikut menjaga serta mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dengan melakukan hal-hal positif dengan beralaskan semangat cinta tanah air dan kerendahan hati. Selain menjaga keutuhan bangsa ini, kita juga harus menjadi kader Katholik yang militan, berani menyikapi segala masalah yang akan terjadi, yang mengancam keutuhan bangsa dan keberadaan gereja katolik dimasa yang akan datang," terangnya.

Masih dengan nada yang sama, Yohanes mengajak seluruh peserta upacara untuk mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Masa depan bangsa Indonesia dan gereja katholik ada dipundak kita semua. Oleh karena itu, mari kita satukan hati, tekad dan niat kita untuk selalu menjunjung tinggi semboyan organisasi kita, menjalin silaturahmi antar sesama anggota, dan semoga ke-4 sifat organisasi yakni: Persaudaraan, Kekeluargaan, Kebersamaan dan Kesetiakawanan selalu dijunjung tinggi demi mencapai tujuan bersama," tutupnya.

Tak hanya itu, Koordinator THS-THM Ranting Nurobo melalui sekretarisnya menambahkan bahwa, perkembangan zaman generasi penerus bangsa untuk selalu menjaga dan menjaga amanta yang telah dilakukan oleh para penjasa bangsa dan penjasa organisasi ini. 

"Oleh karena itu, sebagai agen penerus bangsa dan gereja tentunya segala upaya harus kita lakukan agar perjuangan para pahlawan bangsa dan penjasa organisasi tidak sirna dikikis sang waktu," katanya.

Sambungnya, kita tidak bisa membayangkan sesulit apa perjuangan pahlawan waktu itu? Dengan kegigihan para pahlawan, semangat juang dan kecintaan akan bangsa ini, mereka sudah berusaha untuk mengusir musuh. Dengan bambu runcing dan senjata tradisional mereka melawan dan menumpas penjajah. Dan pada akhirnya perjuangan mereka itu meraih kebebasan dan kemerdekaan, walau kita tidak tahu berapa banyak orang gugur kala itu.

Menurut Engky, momentum 10 November memaksa seluruh anggota THS-THM untuk meninjau kembali sepak terjang keberadaan organisasi .

"Tahun 1985, Romo Hadiwijaya bersama anggota THS-THM mengumandangkan keberadaan organisasi ini di jalan Gelanggang Remaja, Jakarta Utara, lanjutnya.

Masih dengan nada yang sama, Engky menuturkan bahwa upacara bendera ini sudah dilakukan oleh seluruh anggota THS-THM Nurobo sejak 2017 yang lalu saat kepengurusan mantan koordinator ranting, pasca organisasi ini di nahkodai kakak Novri Nana.

"Kala itu kami bersama mantan koordinator ranting melakukan upacara bendera perdana di tingkat ranting, bertepatan dengan Hari Pahlawan dan HUT Organisasi. Kegiatan tersebut membawa dampak bagi seluruh anggota THS-THM Nurobo, bahkan hingga hari ini saya dan teman-teman tetap melanjutkan upacara tersebut," ungkap Engky Rae.

Diakhir kata, dirinya mewakili seluruh anggota Ranting Nurobo menyampaikan proficiat bagi organisasi yang sudah mencapai usia yang ke-37 bagi THS dan 36 bagi THM.

"Semoga dengan bertambahnya usia satu tahun ini, seluruh anggota bisa dewasa dalam iman dan karakter. Dan teruntuk Sang Penutur (Alm. Romo Hadiwijaya, Pr) di Yerusalem baru, kami ucapkan terima kasih. Kami bangga menjadi bagian dari wadah ini," tutup Engky.

Sebgai informasi, kegiatan tersebut berlangsung di satu lapangan olahraga yang terletak di wilayah Pemerintahan Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka. Usai upacara bendera, dilanjutkan beberapa kegiatan yang dilakukan yakni; tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun yang bergambar logo organisasi, pose bersama dan rekreasi bersama seluruh anggota. 

Turut hadir: Frater TOP Paroki Nurobo, Dewan Penasehat, Badan Pengurus Ranting, Anggota, Calon Anggota dan Simpatisan Aktif. Jumlah peserta upacara sebanyak ± 300an orang. Upacara bendera berlangsung selama 1 jam, terhitung sejak pukul 16:00 s/d 17:00 Wita.

 

Penulis : Nana Novryana

Editor : Admin

- Sponsored Ad - Advertisement

IKLAN

wave logo logo

Youtube Spektrum-ntt TV

LIVE TV ONLINE

Tekan ESC untuk menutup

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'mcrypt' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: