EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

Toko Rejeki Maumere Harus Bertanggung Jawab Atas Hilangnya Uang Dana Desa 161 Juta

Toko Rejeki Maumere Harus Bertanggung Jawab Atas Hilangnya Uang Dana Desa 161 Juta

SIKKA. spektrum-ntt.com || Toko Rejeki - Maumere harus bertanggung jawab atas hilangnya Dana Desa sebesar 161 juta

Bendahara Desa Wolodhesa kecamatan Mego kabupaten Sikka, ibu Theresia Pio ketika dimintai keterangannya pada (11/08/2020) soal kronologi hilangnya uang yang di titipkan di toko Rejeki jalan Rajacentis- Maumere tanggal 7 bulan 08-2020 Ibu Theresia menuturkan bahwa mereka berangkat dari Feondari- Wolodhesa menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh Fiktorianus Riu yang juga sebagai perangkat desa bidang pembangunan. 

Setiba di Maumere, mereka langsung menuju bank BRI untuk melakukan proses pencarian dana ( BLT DD tahap III). Setelah selesai pencairan, mereka langsung menuju ke toko Rejeki untuk berbelanja. Yang masuk ke dalam toko hanya ibu bendahara yang menjadi korban sementara Fiktorianus Riu tidak masuk dengan alasan pergi makan di salah satu warung di Maumere. Sebelum berbelanja, ibu Theresia menitipkan tas yang berisi uang tersebut ke tempat penitipan barang. Penjaga penitipan barang kemudian memberikan kartu bernomor 18 untuk dipegang. Setelah selesai berbelanja barang, ibu Theresia langsung bergegas ke tempat penitipan barang untuk mengambil tasnya dan berencana untuk mengembalikan kartu nomor tersebut, namun tas tersebut sudah tidak ada pada tempatnya dan sudah dicuri oleh orang.

Sesaat setelah kejadian tersebut, ibu Theresia langsung histeris dan menyampaikan kepada pihak toko dan pihak toko kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Sikka.

Lebih lanjut, ibu Theresia mengatakan bahwa dirinya sudah diambil keterangan oleh pihak kepolisian, namun sampai saat ini belum ada informasi lanjutan dari pihak kepolisian. Untuk kartu penitipan masih ditahan oleh ibu Theresia karena tas dan uangnya belum dikembalikan oleh pihak penjaga toko Rejeki.

Kepala Desa Wolodhesa, Arnoldus Ndolu mengatakan bahwa suasana di Desa Wolodhesa saat ini tidak kondusif. Hal ini diakibatkan oleh hilangnya uang Negara yang diperuntukkan bagi masyarakat (masyarakat penerima BLT DD). Banyak rumor dan isu liar yang membuat Pemeritnah desa cemas. Jika ini tidak diselesaikan secara cepat maka besar kemungkinan terjadi gesekan dalam masyarakat.

Lebih jauh, Kades Arnol sapaan akrabnya mengatakan bahwa pada selasa 11/08/2020 mereka ke kantor dinas PMD untuk membuat berita acara pertanggungjawaban berkaitan dengan hilangnya uang di toko Rejeki beberapa hari yang lalu.

Viktor Nekur, S. H dari Orinbao Law Office mengatakan bahwa pertanggungjawaban hukumnya tetap di penerima titipan. Karena dia yang bertanggung jawab terhadap keselamatan barang titipan pengunjung Toko Rejeki, apalagi di tempat penitipan barang tersebut tidak dituliskan peringatan atau himbauan. Prinsipnya yakini pemilik Toko harus bertanggung jawab terhadap kenyamanan barang titipan pengunjung toko.(**/red

 

penulis Orinus

editor EppyM Photo Istimewa