Universitas Muhammadiyah Kupang Akan Menyemprotkan 4.000 Liter Desinfektan, dan Bagi 5000 Masker

Universitas Muhammadiyah Kupang Akan Menyemprotkan 4.000 Liter Desinfektan, dan Bagi 5000 Masker

KUPANG.spektrum-ntt.com || Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) resmi melepas tim Relawan Covid-19.Tim relawan tersebut terdiri dari dosen dan karyawan UMK yang berjumlah 35 orang. Pelepasan tim relawan tersebut dilakukan di depan halaman kampus Universitas Muhammadiyah Kupang. Sabtu (18/04/2020)

Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Dr. Zainur Wula, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa perserikatan Muhammadiyah memiliki kepekaan untuk mewujudkan banyak hal diantaranya penanganan masalah kemanusiaan yang terjadi saat ini oleh karena virus Covid-19.

Ia mengungkapkan bahwa Penyebaran covid-19 yang cepat dan tingginya jumlah kematian jangan dianggap sepele. Oleh karena itu, keberadaan relawan sangat penting untuk saat ini. Tugas relawan merupakan tugas yang sangat mulia.

"Jangan pernah berpikir bahwa situasi saat ini susah jadi tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Justru dibalik situasi sulit ini, Muhammadiyah harus tampil dan memberikan sesuatu untuk kesinambungan hidup umat manusia” Tegas Rektor.

Hal tersebut dilakukan sesuai instruksi pimpinan Muhammadiyah Pusat untuk membantu pemerintah dalam menangani wabah pandemi ini. Dimana tiap daerah mulai berperan membantu masyarakat yang sudah terdampak.

lanjutnya  bahwa, situasi saat ini menuntut kepekaan dan kepedulian Muhammadiyah untuk mewujudkan banyak hal dalam banyak hal. Tetapi yang utama saat ini tentunya adalah Covid-19.

“Jadi apa yang akan dilakukan oleh tim relawan siaga Covid-19 adalah misi kemanusiaan dan amal ibadah Muhammadiyah. Sehingga kerja keras dari tim relawan siaga sangat saya harapkan kata", kata Zainur.

Ia menegaskan pula bahwa Lembaga pendidikan berkewajiban untuk mengedukasi masyarakat dan mengikuti semua protokol baik dari pemerintah pusat, menteri kesahatan, gubernur bupati dan walikota. 

Tim relawan kampus harus terus berkoordinasi dengan BNPB, Gugus Covid-19 Provinsi, Kota dan kabupaten supaya tidak tumpang tindih dalam penyemprotan. Selain itu, edukasi masyarakat juga harus libatkan media karena hanya media yang mampu mendekati masyarakat.

 Sedangkan Ketua Tim Relawan Siaga Covid-19 Universitas Muhammadiyah Kupang  Ir. Samsul Bahri, M.Si (Warek III UMK) dalam laporannya mengatakan, Muhammadiyah wajib membantu pemerintah. Karena saat ini situasi sulit dan tiap hari terdapat 2000-an orang yang masuk ke Kota Kupang apalagi NTT keseluruhan. Sehingga penyemprotan desinfektan dan pembagian masker sangat perlu.

Lanjut Samsul bahwa untuk saat ini Tim Relawan Siaga Covid-19 Universitas Muhammadiyah Kupang telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Provinsi Maupun kota Kupang.  

“Untuk melindungi daerah ini maka Muhammadiyah akan menyemprotkan 4.000 liter desinfektan, 5000 masker, dan mengunjungi langsung pasar untuk mengedukasi masyarakat ujar", Syamsul.

Tempat yang menjadi sasaran penyemprotan desinfektan antara lain, Universitas Muhammadiyah Kupang, Rusunawa Universitas Muhammadiyah Kupang, SMK/SMA Muhammadiyah Kupang, kios dan warung sepanjang jalan K.H Ahmad Dahlan Kayu Putih, Masjid K.H Ahmad Dahlan Kayu Putih, gereja Glori Kayu Putih, Gereja Pentakosta Kayu Putih, SD Inpres Oebofu Kayu Putih, SD Muhammadiyah 2 Kupang, SMP Muhammadiyah Kupang, TK Aisyyah 1 Kota Kupang, TK Aisyyah 2 Kota Kupang, TK Aisyyah 3 Kota Kupang,  Gor Umbu Dapa Sapu, Terminal Bus Oebobo, Gereja Asumpta Kota Kupang, SD dan SMP Assumpta Kota Kupang, SMK Wirakarya Kota Kupang, SMK Informatika Uyelindo Kupang.

Sementara sasaran pembagian masker yakni, pasar Oeba Kota Kupang, Oebobo, pasar Inpres, pasar Kuanino, pasar Oesapa, pasar Penfui, terminal Oebobo dan masyarakat seputaran kampus Muhammadiyah Kupang", Tutup Syamsul *

 

Penulis : S, Indris 

Editor :  EppyM. Photo Istimewa